Pengantar Teknik Industri
ISTY MAULIDIA KANIA PUTRI
NIM : 20323016
TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI DIGITAL
RISET PASAR
Penelitian pasar adalah
suatu proses yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan
menginterpretasikan informasi tentang pasar dan konsumen. Proses pengumpulan
informasi dari target market tentang kelayakan produk atau layananbaru dan
evaluasi produk lama untuk dikembangkan. Riset pasar memungkinkan brand untuk
menemukan target market dan mendapat feedback atau pendapat tentang minat
mereka terkait produk atau layanan yang ditawarkan.
Tujuan riset pasar
adalah untuk memahami preferensi konsumen, perilaku pembelian, tren pasar, dan
faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi keputusan bisnis. Intinya, riset
pasar membantu perusahan atau bisnis mengumpulkan informasi penting dari target
pasar. Ini bisa menghilangkan bias dan asumsi sehingga bisa memahami sikap
konsumen, dan membuat keputusan bisnis yang lebih baik berdasarkan data. Penelitian
atau riset bisa dilakukan oleh internal perusahaan atau melalui pihak ketiga yang
memiliki keahlian dalam hal riset.
A. FUNGSI RISET PASAR
Pada dasarnya, proses riset pasar adalah hal
penting dalam pengembangan perusahaan. Adapun fungsi utama riset pasar di
antaranya:
1. Evaluating
Salah satu fungsi dan
tujuan riset pasar adalah evaluasi. Kegiatan ini sebetulnya berguna untuk
melakukan penilaian terhadap program-program ataupun strategi pemasaran yang
telah dilakukan sebelumnya. Fungsi ini juga termasuk ketika perusahaan ingin
mengadakan evaluasi terkait brand positioning dengan produk
pesaing. Sehingga, pihak marketing researcher pun dapat
melakukan pemecahan masalah dan membuat keputusan yang lebih baik.
2. Understanding
Riset pasar juga
berfungsi sebagai understanding. Seperti yang sudah dijelaskan di
atas, salah satu ruang lingkup dari riset pasar adalah mengenali konsumen.
Dalam hal ini, perusahaan berfokus untuk memahami atau mempelajari secara
spesifik preferensi pelanggan. Pasalnya, perilaku maupun kebutuhan konsumen
merupakan indikator penting bagi keberlangsungan bisnis. Sehingga, perusahaan
perlu menyesuaikan jenis produk atau layanan berdasarkan permintaan (demand)
di pasar.
3. Predicting
Fungsi berikutnya dari
proses riset pasar adalah predicting. Mengingat kondisi lapangan
sangat dinamis dan tidak pasti, maka perusahaan memerlukan sebuah prakiraan
guna mempersiapkan berbagai kemungkinan. Nah, riset pemasaran biasanya menjadi
bahan dasar utama dalam menyusun strategi dan perencanaan bisnis.
4. Controlling
Fungsi terakhir dari
proses riset pasar adalah controlling atau pemantauan. Dengan
dilakukannya evaluasi pemasaran, perusahaan dapat melihat dan meninjau setiap
prosedur pelaksanaan bisnis yang sedang berlangsung. Hal ini juga meliputi
pengawasan terhadap operasional, tren, demografi, hingga efektivitas penggunaan marketing
tools.
B. JENIS RISET PASAR
1.
Riset pasar primer
Riset primer adalah
proses pengumpulan informasi langsung tentang pasar dan pelanggan kamu. Riset
primer terbagi ke dalam dua jenis yaitu: riset eksplorasi dan riset spesifik.
·
Riset eksplorasi
adalah penelitian yang menghasilkan pertanyaan atau masalah yang perlu
ditangani perusahaan.
·
Riset primer
spesifik adalah riset yang dilakukan setelah riset eksplorasi untuk menemukan
jawaban atas masalah yang diidentifikasi melalui penelitian eksplorasi.
Riset primer bisa
dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Riset kuantitatif berkaitan dengan
data seperti tren atau informasi dari catatan publik. Sedangkan riset
kualitatif berkaitan dengan opini publik atau perasaaan konsumen tentang produk
atau jasa. Beberapa metode riset kualitatif yang sering digunakan adalah:
wawancara, penelitian etnografi, dan focus group.
2.
Riset pasar sekunder
Riset pasar sekunder
adalah informasi dari sumber luar seperti lembaga pemerintahan atau media yang
dapat digunakan untuk menarik kesimpulan dan pengambilan keputusan. Misalnya,
laporan tren, laporan penggunaan media sosial, laporan pengguna internet,
statistik pasar, data penjualan, dan lainnya. Beberapa sumber riset pasar
sekunder adalah:
·
Sumber
publik
Sumber publik adalah
sumber terbuka dan mudah diakses ketika melakukan riset pasar sekunder.
Contohnya adalah perpustakaan atau statistik pemerintahan misalnya data dari
BPS.
·
Sumber
komersial
Sumber komersial
biasanya berisi informasi atau laporan yang dikumpulkan oleh lembaga riset.
Umumnya diperlukan biaya untuk mengunduh atau menggunakan datanya.
·
Sumber
internal
Sumber internal adalah
data yang sudah dimiliki oleh bisnis atau perusahaan kamu yang diperoleh dari
riset atau penelitian sebelumnya. Data-data tahun sebelumnya bisa membantu kamu
menarik kesimpulan tentang apa yang mungkin diinginkan konsumen saat ini.
C. METODE RISET PASAR
Metode riset pasar ada bermacam-macam, berikut ini adalah metode
yang paling sering digunakan:
1. Fokus kelompok (focus group)
Riset ini dilakukan
dengan mengumpulkan sejumlah orang untuk diskusi kelompok. Kamu bisa menguji
produk kepada mereka, menunjukan demo penggunaan produk, menanyakan kebutuhan
mereka, dan menanyakan pendapat mereka terkait produk atau layanan yang kamu
tawarkan.
2. Wawancara
Riset dengan metode
wawancara bisa dilakukan secara tatap muka atau virtual. Kamu bisa memberikan
pertanyaan kepada konsumen atau narasumber untuk mendapatkan informasi yang
kamu butuhkan. Dengan memiliki informasi pelanggan, kamu bisa menyusun strategi pemasaran, menambahkan fitur baru ke produk,
dan pengembangan produk atau layanan.
3. Kuesioner
Kuesioner merupakan
metode riset dengan menggunakan formulir yang berisi daftar pertanyaan yang
harus dijawab oleh responden. Biasanya, kuesioner diberikan kepada sampel atau
orang-orang yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Misalnya, kamu ingin
melakukan riset tentang kondisi psikologis mahasiswa di Indonesia, maka
kriteria respondennya adalah WNI, berusia 18-25 tahun, dan merupakan
mahasiswa.
4. Survei
Mirip seperti
kuesioner, survei juga berupa formulir dengan daftar pertanyaan yang harus
dijawab. Namun, pertanyaan dalam survei biasanya lebih sedikit dibanding
kuesioner dan respondennya bersifat acak.
5. Observasi
Observasi adalah
melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang ingin diteliti untuk
memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan. Kamu bisa mengamati konsumen
secara langsung untuk melihat bagaimana mereka berperilaku atau mengamati tren
melalui media sosial.
D. TIPS MELAKUKAN RISET PASAR
1. Tentukan Rumusan
Penelitian
Merumuskan masalah
penelitian, mulai dari tujuan, inti permasalahan, dan semacamnya. Ini bertujuan
agar riset dapat dilakukan secara terstruktur. Jangan sampai Anda malah tidak
tahu latar belakang penelitian yang dilaksanakan.
2. Pelajari Target
Pelanggan
Konsumen adalah
indikator utama yang menentukan arah strategi pemasaran suatu perusahaan. Pada
tahap ini, Anda bisa menggunakan metode observasi atau jenis riset primer untuk
mengumpulkan data dan informasi.
3. Mengenali Target
Pasar
Dengan mempelajari
karakter pelanggan, Anda jadi dapat mengetahui konsumen mana saja yang menjadi
target pasar perusahaan. Sehingga, strategi pemasaran pun bisa berfokus
terhadap sasaran tertentu saja.
4. Belajar dari
Kompetitor
Untuk memungkinkan
Anda membuka perspektif baru dan mengetahui banyak hal bermanfaat bagi
perusahaan. Dengan begitu, bisa mengetahui evaluasi atau perbaikan apa yang
seharusnya dilakukan pada strategi pemasaran bisnis ke depannya.
5. Buat Konsumen
Terbuka
Cobalah buat konsumen terbuka
dan selalu memberikan feedback pada perusahaan, seperti
kritik, saran, ataupun pendapatnya mengenai produk hingga pelayanan. Hal ini
akan sangat berguna sebagai bahan pertimbangan evaluasi operasional bisnis di
masa depan.
E. MANFAAT RISET PASAR
1. Memahami tren pasar
2. Memahami perilaku konsumen
3. Mempelajari strategi kompetitor
4. Mencari tahu demand produk
5. Mengantisipasi tantangan pasar
KEBUTUHAN PASAR
Kebutuhan pasar mengacu pada kebutuhan
fungsional, keinginan dan tujuan audiens target. Sebuah perusahaan dapat
mengidentifikasi area pasar dengan kebutuhan yang belum terpenuhi dan
menciptakan produk atau layanan yang menjawab kebutuhan tersebut. Jika audiens
tersebut memiliki kebutuhan yang besar, perusahaan bisa saja memperoleh
keuntungan yang signifikan. Beberapa detail yang dicari oleh profesional
pemasaran untuk menentukan kebutuhan pasar dapat mencakup :
v Usia
pembeli
v Ukuran
pasar
v Pola
pembelian pelanggan
v Pendapatan
pelanggan
v Keadaan
pasar saat ini
v Kompetisi
v Cara
mendistribusikan produk
PENEMPATAN PASAR
Penempatan produk merupakan suatu strategi untuk menempatkan
(memposisikan) produk dalam benak konsumen. Tujuan dari positioning adalah agar
produk tersebut dapat meraih posisi yang diinginkan pasar. Positioning
didefinisikan sebagai tindakan mendesain produk atau marketing mix untuk
mencapai tempat tertentu dalam pikiran konsumen. Terdapat tujuh pendekatan
dalam melakukan positioning, yaitu :
1.
Penentuan posisi menurut atribut
Penentuan posisi (posisitioning) berdasarkan atribut
adalah memposisikan produk berdasarkan atribut atau sifat misalkannyan symbol,
lambang, ukuran, warna, keberadaan, kedudukan dan sebagainya.
2.
Penentuan posisi menurut manfaat
Penentuan posisi (posisitioning) menurut manfaat
adalah memposisikan produk sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu.
Manfaat mencakup simbolis, manfaat fungsional dan manfaat berdasarkan
pengalaman. Penentuan posisi yang sukses membutuhkan strategi komunikasi yang
mampu menarik perhatian pada salah satu kebutuhan pelanggan,baik simbolis,
fungsional maupun eksperimen.
3.
Penentuan posisi menurut kategori
Penentuan posisi (posisitioning) menurut kategori
produk adalah memposisikan produk,sebagai pemimpin dalam kategori produk.
Kategori produk dapat kita kelompokkan dalam kategori minuman dan makanan,
kategori produk rumah tangga, kategori obat-obatan, kategori perawatan pribadi,
kategori perlengkapan pribadi, kategori perlengkapan rumah, kategori komunikasi
dan teknologi informasi, kategori otomotif, kategori perbankan dan keuangan.
4.
Penentuan posisi menurut pengguna atau penerapan
Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan
inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjulkan dibandingkan pesangingnya.
5.
Penentuan posisi menurut pemakai
Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik
untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih
ditunjukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik arti sempit maupun dalam arti
luas.
6.
Penentuan posisi menurut pesaing
Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama
mereknya secara utuh dan diposisikan lebih baik dari pada pesaingnya.
7.
Penentuan posisi menurut harga atau kualitas
Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam
suatu kategori produk yang dilihat dari segi harga dan kualitas. 3 Disini
produk diposisikan sebagai menawarkan nilai yang paling terbaik.
PRODUK RAMAH LINGKUNGAN
Penelitian terhadap produk ramah lingkungan pembelian
aktual konsumen menunjukkan bahwa produk ramah lingkungan tumbuh dua kali lebih
cepat dibandingkan produk konvensional, dengan tingkat premi rata-rata sebesar
28%, di sebagian besar demografi. Pemasaran
keberlanjutan yang efektif, meskipun pada tingkat tertentu spesifik untuk
kategori tertentu, memiliki 10 rangkaian komponen teratas yang menarik untuk
semua demografi. Daur ulang adalah proses pengolahan sampah
dengan mengumpulkan, memilah jenis sampah sesuai kategorinya, dan menetapkan
langkah untuk menjadikan sampah lebih memiliki nilai jual. Pada dasarnya daur
ulang menjadikan suatu bahan bekas menjadikan produk baru yang lebih memilki
nilai.
Pasar produk ramah lingkungan semakin meningkat dari
tahun ke tahun. Konsumen saat ini lebih sadar akan dampak negatif produk
terhadap lingkungan dan mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Sebagian besar konsumen menganggap bahwa produk ramah lingkungan lebih mahal
dibandingkan dengan produk konvensional dan hanya segelintir yang bersedia
membayar lebih untuk membeli produk tersebut. Pasar produk ramah lingkungan
menunjukkan bahwa pasar semakin meningkat dan konsumen semakin mempertimbangkan
dampak produk terhadap lingkungan dalam memilih produk. Perusahaan dapat
memanfaatkan peluang ini dengan cara mengembangkan produk yang ramah lingkungan
dengan harga yang terjangkau dan menyebarluaskan informasi tentang produk
tersebut kepada masyarakat.
PENGGUNAAN DAUR ULANG
Riset
pasar yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan konsumen
terhadap produk yang menggunakan bahan baku daur ulang. Mayoritas konsumen
sangat mendukung penggunaan bahan baku daur ulang dalam produk. Sebanyak 80%
responden lebih memilih produk yang menggunakan bahan baku daur ulang.
Alasannya adalah karena mereka ingin mendukung upaya pengurangan limbah dan
pelestarian lingkungan.
Namun, ada sebagian kecil konsumen yang belum
familiar dengan produk berbahan baku daur ulang dan masih lebih memilih produk
biasa. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi terhadap
penggunaan bahan baku daur ulang agar semakin banyak masyarakat yang menjadi
aware dan memilih produk yang ramah lingkungan.
Komentar
Posting Komentar